Majene, Sulbar – Kejaksaan Negeri Majene menutup tahun 2025 dengan capaian membanggakan di bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun) maupun Tindak Pidana Khusus (Pidsus). Di bawah kepemimpinan Kepala Kejaksaan Negeri Majene, Andi Irfan, S.H., M.H., lembaga ini berhasil mengoptimalkan fungsi Jaksa Pengacara Negara dan penegakan hukum khusus, dengan total penyelamatan dan pemulihan keuangan negara mencapai Rp2.541.356.029,-.
93,27% Keberhasilan Datun: Penyelesaian Sengketa dan Perlindungan Keuangan Negara
Di bidang Datun, Kejari Majene mencatat tingkat keberhasilan 93,27%. Capaian utamanya:
15 MoU/perjanjian kerja sama memperkuat kolaborasi hukum dengan pemda dan instansi lain
56 tindakan hukum untuk melindungi kepentingan negara
158 bantuan hukum dalam bentuk litigasi dan non-litigasi
46 layanan hukum untuk masyarakat
17 pertimbangan hukum mendukung kebijakan pemerintah daerah
Dari sisi anggaran, pagu Rp54.324.000,- terealisasi Rp50.670.000,-, mencerminkan efisiensi dan akuntabilitas tinggi. Andi Irfan menegaskan, “Kami bukan sekadar menegakkan hukum, tetapi juga menjadi pengawal keuangan negara dan mitra strategis pemerintah daerah.”
73,91% Keberhasilan Pidsus: Tindak Pidana Khusus Ditangani Profesional
Di bidang Pidsus, Kejari Majene mencatat keberhasilan 73,91% dalam penyelidikan, penyidikan, penuntutan, dan upaya hukum seperti banding, kasasi, dan peninjauan kembali. Kepala Seksi Pidsus, Adrian Dwi Saputra, S.H., menyatakan, “Tahun ini kami menyelamatkan Rp2.010.000.000,- melalui penanganan tindak pidana khusus, menunjukkan profesionalisme dan integritas tim Pidsus.”
Capaian Pidsus meliputi:
4 perkara penyelidikan berhasil ditangani
2 perkara penyidikan selesai
3 Pratut/TUT untuk memperkuat kepastian hukum
4 eksekusi perkara tuntas
3 upaya hukum tingkat banding, kasasi, dan peninjauan kembali
Dengan pagu anggaran Rp728.057.000,- dan realisasi Rp538.130.810,-, efisiensi pengelolaan anggaran Pidsus juga patut diapresiasi. Adrian menambahkan, “Setiap tindak pidana khusus kami tangani dengan tegas dan tepat, demi kepentingan negara dan masyarakat.”
Pengamat: Kejari Majene Jadi Benchmark Hukum Sulbar
Para pengamat menilai, kinerja Kejari Majene di bawah Andi Irfan menjadi tolok ukur bagi seluruh kejaksaan di Sulawesi Barat, terutama dalam pemanfaatan fungsi Datun dan pemberantasan tindak pidana khusus.
Andi Irfan menegaskan, “Tahun 2026, kami akan terus meningkatkan kualitas pelayanan hukum dan penegakan hukum dengan inovasi, transparansi, dan profesionalisme.” Adrian Dwi Saputra menambahkan, “Kami juga akan memperkuat penyelidikan, penyidikan, dan eksekusi hukum, memastikan setiap upaya hukum berjalan optimal.” (*)
